Wednesday, November 07, 2012

PUISI KEHIDUPAN By: Chairil Anwar Hari hari lewat, pelan tapi pasti.. Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru.. Karena aku akan membuka lembaran baru.. Untuk sisa jatah umurku yang baru.. Daun gugur satu-satu.. Semua terjadi karena ijin Allah.. Umurku bertambah satu-satu.. Semua terjadi karena ijin Allah.. Tapi… coba aku tengok kebelakang. Ternyata aku masih banyak berhutang. Ya, berhutang pada diriku.. Karena ibadahku masih pas-pasan. Kuraba dahiku.. Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk.. Kutimbang keinginanku….Hmm… masih lebih besar duniawiku.. Ya Allah... Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?. Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?. Masihkah aku diberi kesempatan?. Ya Allah…. Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku.. Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku.. Astagfirullah…. Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan.. Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah… Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang… Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu… Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana… Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana… Ya Allah, Ijinkanlah...

Tuesday, August 14, 2012

~*what if....*~

one day in your life you'll remember the love you found here you'll remember me somehow though you don't need me now I will stay in your heart and when things fall apart you'll remember one day... one day in your life when you found that you're always waiting
for a love we used to share... just call my name, and I'll be there.... you'll remember me somehow...
"The bitterest tears shed over graves are for words left unsaid and deeds left undone. There is a sacredness in tears. They are not the mark of weakness but of power. They are messengers of overwhelming grief and of unspeakable love."